Impact News

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat total produksi sampah Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2020 total produksi sampah nasional telah mencapai 67,8 juta ton atau sekitar 185.753 ton sampah setiap harinya. Sementara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Depok merilis sampah yang dihasilkan oleh warga Kota Depok sebanyak 1.260 ton per hari dari jumlah total penduduk 2 juta orang. Jika tidak dikelola, sampah akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan produksi gas metana yang berkontribusi pada perubahan iklim.

Oleh karena itu, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui program Urban Nexus Fase 2 menggelar Green Community Influencer Kota Depok 2024 untuk mengampanyekan pengelolaan sampah kepada komunitas kaum muda di Kota Depok.

“Kami memberikan kesempatan kepada kaum muda di Kota Depok untuk menggaungkan pentingnya pengelolaan sampah melalui cara-cara yang kreatif. Melalui pendampingan yang akan dilakukan kepada komunitas terpilih nantinya, kami berharap mereka bisa mengajak komunitas lainnya untuk bisa berperan aktif dalam upaya pengelolaan sampah,” ungkap Maulinna Utaminingsih, Manajer Proyek Urban Nexus Fase 2, dalam kegiatan Workshop Pembekalan Green Community Influencer.

Komunitas yang mendaftar diberikan pembekalan selama dua hari. Sejumlah materi diberikan antara lain, teknis penyusunan proposal rencana aksi, sesi antifraud, mitigasi risiko aksi, membuat publikasi media dan monitoring serta evaluasi aksi.

Selain itu, materi pembekalan juga dibawakan langsung oleh Kepala Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana yang menyampaikan materi terkait pentingnya partisipasi kaum muda dalam pembangunan berwawasan lingkungan di Kota Depok.

“Kaum muda Depok itu anak cerdas dan kreatif, maka dari itu mulailah propagandakan pengelolaan sampah mulai dari individu, seperti penggunaan tumblr. Kami yakin kaum muda Depok potensial bisa membantu pemerintah kota dan kita semua dalam rangka pengelolaan sampah” ungkap Dadang ditengah-tengah sesi pembekalan.

Usai pembekalan, peserta akan diminta menyusun rencana aksi sesuai dengan fokus komunitas masing-masing. Rancangan aksi dibuat dalam bentuk proposal aksi yang akan diimplementasikan usai melalui proses seleksi.

Selanjutnya, 7 komunitas kaum muda di Kota Depok akan terpilih untuk melaksanakan rencana aksinya dalam pengelolaan sampah. Mereka akan menerima bantuan pendanaan untuk mengimplementasikan aksi-aksinya.

Lalu, pada akhir rangkaian kegiatan, seluruh komunitas akan mempresentasikan capaian kegiatannya mereka melalui Festival Green Community Influencer Kota Depok yang turut bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2024.

Tentang Green Community Influencer Depok dari Urban Nexus Fase 2 Plan Indonesia

Green Community Influencer Kota Depok merupakan bagian dari program Urban Nexus Fase 2 program yang dilaksanakan Plan Indonesia untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, aman dan tangguh melalui pemberdayaan dan kepemimpinan kaum muda masyarakat perkotaan (urban) di Kota Depok. Program ini dilaksanakan bersama Teens Go Green dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) didukung Plan International Australia dan ANCP-DFAT.

Sebelumnya, Plan Indonesia telah melaksanakan acara serupa bertajuk Green Influencer Kota Depok pada 2023. Sebanyak 23 aksi pengelolaan sampah kreatif berhasil diinisiasi oleh kaum muda Kota Depok, diantaranya Ecogreen Smada yang mengedukasi pengurangan sampah sekali pakai dan emisi karbon kepada murid di sekolahnya melalui gerakan one day no plastic dan menyetorkan sampah setelah dipilah ke bank sampah.  Selain itu, ada juga aksi De-Waste yang mengedukasi bahaya sampah elektronik kepada anak-anak dan menyediakan wadah untuk menampung sampah elektronik.

The post Komunitas Kaum Muda di Depok Pakai Cara Kreatif Olah Sampah appeared first on Plan International.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEN