Impact News

Helena, (15 tahun) adalah salah satu anak sponsor Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang baru saja menerima gentong air bersama ibunya.

Akses terhadap air bersih masih terbatas di desa tempat tinggal Helena. Sehingga, pemilihan gentong air sebagai bantuan untuk tahun ini berdasarkan masukan dari teman-teman Field Development Officer/FDO atau staf lapangan yang bertugas di 46 desa yang tersebar di tujuh Kecamatan, Kabupaten TTS. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi NTT di tahun 2019, masih 49,2% keluarga tidak memiliki akses ke sanitasi yang bersih dan layak serta masih sekitar 499 desa di NTT masih membutuhkan bantuan akses air bersih. Gentong air yang merupakan wadah penampungan air bersih yang tertutup diharapkan dapat menunjang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat.

“Senang sekali dengan bantuan ini, wadahnya tertutup dan bagus. Kami akan manfaatkan untuk menampung air bersih untuk memasak,” kata Wilhelmina, Ibu dari SC Helena.

Di Kabupaten TTS, pengentasan stunting juga menjadi salah satu fokus kinerja Plan Indonesia bagi pemenuhan hak anak. Sehingga, selain gentong air, selebaran yang memuat informasi terkait bahaya stunting dan upaya pencegahannya juga menjadi salah satu hal yang dibagikan

Selebaran ini juga berisi surat dari Direktur Eksekutif Plan Indonesia yang merangkum capaian program di tahun anggaran sebelumnya. Pembagian selebaran ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengetahui program apa saja yang sudah dilakukan selama satu tahun.

Pencegahan stunting sendiri merupakan salah satu tematik program Plan Indonesia sebagai bagaian dari upaya mendukung program pemerintah. Di TTS, Plan Indonesia mendampingi tujuh desa model stunting, dengan berbagai aktivitas, diantaranya peningkatan kapasitas untuk Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), kader posyandu, tenaga Kesehatan desa (TKD), Kepala Desa dan Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa, serta Kader Posyandu Remaja.

Selain peningkatan kapasitas, dalam upaya tersebut, Plan Indonesia bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) TTS selalu melakukan monitoring dan refleksi bersama setiap tahunnya. Dalam kegiatan tersebut, P2KB bersama Plan Indonesian melakukan evaluasi terkait penanganan desa model stunting. Selain pertemuan ini, Plan Indonesia juga memilki satu staf konsultan lapangan yang bertugas melakukan monitoring bulanan di setiap desa model stunting.

Tahun sebelumnya, Plan mendistribusikan lunch box atau tempat makan siang dan juga selimut untuk lebih dari dua belas ribu SC di TTS, dengan harapan semua bantuan yang diberikan langsung kepada SC dan keluarga membawa manfaat baik.

The post Bantuan Rutin untuk Belasan Ribu Anak Dampingan appeared first on Plan International.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEN